
Menentang Kemerosotan Ekonomi
Bertahun-tahun yang lalu, pembeli media (media buyer) kami menghubungi saya dengan pertanyaan yang tegas: “Andrew, apa yang sebenarnya kamu lakukan di AWM?” Lalu ia mengatakan pada saya bahwa sebagian besar pelayanan yang ditanganinya saat itu dan juga orang lain yang dikenalnya, secara drastis mengurangi pengeluarannya, atau, paling tidak, berjuang keras hanya untuk memenuhi kewajiban mereka. “Namun, pelayanan kalian justru berkembang pesat dan bertumbuh dengan luar biasa. Apa rahasianya?” ia bertanya.
Saya bisa saja menjawab pertanyaannya dengan berbagai cara. Misalnya, Allah telah memberikan pesan yang tepat kepada kami pada saat yang tepat sepanjang sejarah pelayanan kami. Saya percaya bahwa telah tiba waktunya ketika dunia merindukan pesan anugerah Allah dan kasih-Nya yang tidak bersyarat, dan Ia telah mempersiapkan kami untuk menyampaikan pesan itu.
Mengenali Sumbernya
Atau mungkin saya bisa saja menjawab bahwa ini karena kinerja dari Departemen Televisi kami. Kami memiliki beberapa orang terbaik dan paling kreatif di Amerika yang bekerja untuk kami. Tentu saja, itu bisa menjadi alasan dari kesuksesan kami. Mungkin dari pemasaran kami, cara kami memperkenalkan pelayanan kami kepada publik, atau dari layanan pelanggan kami dan layanan doa yang disediakan melalui pusat layanan telepon. Atau mungkin ini hanya hasil dari pengelolaan keuangan yang baik.
Para pakar bisnis mungkin akan mengatakan kepada kami bahwa kombinasi dari semua hal tersebut yang telah membuat pelayanan ini berhasil. Dan meskipun saya telah belajar selama bertahun-tahun betapa pentingnya untuk memiliki orang-orang hebat dan pelayanan yang dikelola dengan baik, saya tidak percaya bahwa itu adalah alasan utama yang membuat kami sangat diberkati.
Kekuatan Dari Iman
Di bulan Juni tahun 2009, beberapa saat sebelum ibu saya meninggal, beliau meminta saya untuk menceritakan segala hal yang sedang terjadi di dalam pelayanan kami. Saya bercerita tentang semua sekolah Alkitab kami yang berada di seluruh dunia, berapa banyak surat dan telepon yang kami terima, dan banyaknya kesaksian menakjubkan tentang kehidupan yang diubahkan.
Dan kemudian, beliau mengatakan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh seorang ibu, “Andy, kamu tahu bahwa Tuhan yang melakukan ini semua.” Saya menyahut, “Benar, Ibu, aku tahu ini pekerjaan Tuhan.” Lalu beliau melanjutkan, “Kamu tidak cukup pandai untuk melakukan itu.”
Sekarang Anda tahu dari mana saya mendapatkan sifat yang berterus terang. Namun, apa yang dikatakan beliau itu benar sekali. Meskipun Tuhan telah memberikan kepada saya dan Jamie beberapa orang terbaik dan sangat kreatif dalam pelayanan mana pun, bukan karena kehebatan hikmat atau talenta kami yang menyebabkan hasil-hasil menakjubkan ini. Satu-satunya hal yang bisa kami akui adalah karena kami berpegang teguh kepada Tuhan dengan semua yang kami miliki, dan Ia membawa kami di sepanjang perjalanan hidup kami.
Berdiri Dengan Kokoh
Beberapa dari Anda mungkin ingat surat yang saya tulis di bulan Desember tahun 2008. Sebuah surat tentang pengharapan di saat banyak orang mulai panik atas terjadinya kemerosotan ekonomi. Media pada saat itu memprediksikan terjadinya depresi yang akan menyerupai Depresi Besar dahulu. Dan, seperti biasa, prediksi yang berlebihan itu tidak pernah terwujud.
Namun banyak orang masih percaya pada kebohongan bahwa mereka tidak dapat mengalami kemakmuran saat masa sulit. Jadi, saya rasa kita semua perlu mendengar pesan tentang pengharapan itu sekali lagi: LANGIT TIDAK RUNTUH, YESUS MASIH BERADA PADA TAKHTA-NYA, DAN FIRMAN-NYA MASIH TETAP BENAR.
Kelimpahan di Masa Kekeringan
Dalam kitab Kejadian, kita belajar bahwa Ishak juga mengalami masa-masa sulit. Ada kelaparan di negeri itu (Kejadian 26:1), dan Ishak adalah orang asing di sana. Ia tidak memiliki tanah. Namun, orang-orang Filistin di sekitarnya panik. Mereka tidak bekerja di ladang mereka. Apa gunanya? Terjadi bencana kelaparan di negeri itu. Namun, Ishak melihatnya sebagai sebuah kesempatan dan memanfaatkan lahan mereka yang kosong.
Kejadian 26:12 berkata,
“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.”
Melampaui Segala Ketidakmungkinan
Ini terjadi pada masa kekeringan! Apa yang dilakukan Ishak, ia menabur benih di saat tanah sedang mengalami kekeringan? Ishak percaya kepada Allah! Itulah yang seharusnya dilakukan oleh kita.
Karena ada kekeringan, orang-orang tidak menanam, dan makanan menjadi langka. Ishak mendapatkan harga premium untuk hasil panennya. Beberapa ayat berikut menceritakan tentang bagaimana Ishak menjadi begitu makmur sehingga Abimelekh, raja di Gerar, datang kepadanya dan memintanya untuk pergi karena ia menjadi lebih makmur daripada seluruh bangsa itu:
“Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya. … Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: ’Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami.’” (Kejadian 26:14, 16)
Kita Percaya Kepada Allah
Sebagai orang percaya, kita memiliki janji-janji dari Tuhan bahwa Dia akan memenuhi kebutuhan kita menurut kekayaan dan KEMULIAAN-NYA dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19). Keadaan kita tidak dibatasi oleh perekonomian di dunia ini! Biarlah mereka yang hanya percaya pada uang yang menjadi panik—kita percaya kepada Allah (Mazmur 91:2, 118:8-9; Yesaya 12:2, 26:4; Nahum 1:7). Kita seharusnya bersukacita.
Bukannya saya mengatakan bahwa Anda tidak boleh melakukan penyesuaian. Namun, jika Anda percaya (terpengaruh) pada filosofi dunia yang mengatakan “ambil sebanyak-banyaknya” dan telah menggadaikan masa depan Anda, maka sadarlah dan ikutilah prinsip-prinsip dari Firman Tuhan. Meskipun Anda telah terpuruk, Anda telah mendapatkan pelajaran berharga, dan kini Anda dapat melangkah maju dengan fokus yang baru kepada Tuhan sebagai sumber hidup Anda.
Resep untuk Kemakmuran
Biarkan saya menyatakannya dengan jelas: Ini bukan saatnya Anda mengurangi taburan Anda. Anda hanya akan menuai apa yang Anda tabur (Galatia 6:7). Inilah saatnya kita lebih percaya kepada Allah daripada yang sebelumnya. Ini adalah waktu yang terbaik bagi kita. Seperti yang dilakukan Ishak, kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa ada Allah di sorga yang memberkati umat-Nya, bahkan dalam masa terburuk sekalipun.
Di bulan Desember tahun 2008, saya melawan pola pikir negatif ini dengan membuat beberapa prediksi yang sangat berani, yang terinspirasi oleh Allah. Saya tidak mengetahui detailnya, kesulitan apa yang akan kami hadapi, atau berapa biaya yang pasti, tetapi saya secara terbuka menyatakan bahwa kami akan membangun untuk mengakomodasi pertumbuhan. Alih-alih memangkas anggaran/biaya, kami akan memperluas, bahkan di tengah masa “resesi.” Kami menolak untuk berpartisipasi dalam resesi tersebut.
Saya tahu banyak orang berpikir bahwa saya gila atau bodoh atau keduanya, tetapi kenyataan berikut ini yang mungkin membuat mereka berpikir ulang.
Kisah Sukses Yang Tidak Biasa
Dalam waktu satu tahun, kami telah membeli lahan seluas 157 hektar di Woodland Park yang kami namakan The Sanctuary. Saat itu, masa ekonomi yang sulit justru menguntungkan kami dan memungkinkan kami membeli tanah real estat prima ini dengan harga yang sangat murah. Kami mengembangkan properti itu untuk menjadi sekolah Alkitab Charis (Charis Bible College) yang dapat menampung pertumbuhan hingga setidaknya mencapai 3000 murid. Sejak itu, kami memperluas pelayanan siaran televisi kami, termasuk Gospel Truth Network, yang memungkinkan kami untuk menjangkau potensi audiens hingga mencapai miliaran orang di seluruh dunia. Kami juga memperluas pusat layanan telepon kami yang tersedia selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan kini mendekati satu juta panggilan per tahun. Saya tahu ada yang berpikir, “Ini karena pelayananmu memang besar.” Namun, saya tahu ada banyak pelayanan, baik besar maupun kecil, yang tidak mendapatkan hasil seperti ini. Dan berkat ini tidak terbatas hanya di dalam pelayanan kami. Saya dan Jamie memiliki sejumlah uang di pasar saham yang berasal dari warisan keluarga Jamie. Di akhir tahun 2008 sampai awal tahun 2009, saat pasar saham turun 50 persen, saham kami justru naik 61 persen. Haleluya! Ini terjadi karena iman kami kepada Tuhan dan kami menolak untuk berpartisipasi dalam masa resesi.
Berani Untuk Percaya
Sebab Allah tidak memandang bulu (Roma 2:11). Apa yang telah dilakukan Allah bagi saya dan Jamie serta pelayanan ini, Ia juga mau melakukan-Nya bagi Anda. Namun, Anda harus bekerja sama dengan-Nya. Anda harus meraih dengan iman untuk menerima anugerah yang telah disediakan Allah bagi Anda. Ajaran saya dalam In God We Trust mengungkapkan inti dari apa yang menyebabkan hasil yang menakjubkan ini, dan saya mendorong Anda untuk menerima apa yang diajarkan berdasarkan banyak kesaksian yang telah dibagikan oleh saya di sini. Jika Anda membandingkan apa yang saya percaya dengan apa yang telah terjadi, Anda pasti akan sampai pada kesimpulan bahwa iman kepada anugerah Allah itu bekerja (secara efektif). Dan saya percaya iman ini akan bekerja secara efektif bagi Anda juga. Saya tahu perspektif ini akan menantang Anda, tetapi ingatlah—apa yang Anda pikirkan dalam hati, itulah yang akan terjadi (Amsal 23:7 IMB). Jadi, saat resesi datang mengetuk, bukalah pintu Anda, dan dengan suara lantang, penuh dengan iman, katakan, “Tidak, terima kasih—saya dan keluarga tidak akan berpartisipasi.”