Inilah Alasan Mengapa Sembilan dari Sepuluh Kali Anda Masih Menanti  

Saya telah bertemu dengan ribuan orang yang percaya bahwa Allah dapat menyembuhkan, melepaskan, dan menyediakan kebutuhan mereka—tetapi mereka tetap menanti dan berdoa, dan tidak ada yang terjadi. Saya jamin bahwa sembilan dari sepuluh kali, itu terjadi karena mereka belum memahami otoritas yang telah diberikan Allah kepada mereka. Ini adalah salah satu hal terpenting dan paling mendasar yang dapat diajarkan oleh saya kepada Anda. Kebanyakan orang Kristen saat ini meminta kepada Allah untuk melakukan apa yang justru merupakan perintah-Nya agar dilakukan oleh mereka sendiri.

Dalam Yakobus 4:7 tertulis, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” Ayat ini bukan merupakan sebuah anjuran, melainkan sebuah perintah. Dan perhatikan, dikatakan bahwa Iblis akan lari dari kamu—bukan dari Allah. Allah dan Iblis telah berhadapan sebelumnya, dan Yesus mengalahkannya dengan telak. Masalahnya adalah kebanyakan orang Kristen tidak bertindak seperti itu. Mereka masih memohon kepada Allah untuk melakukan apa yang telah diperlengkapi Allah agar dapat dilakukan oleh mereka sendiri.

Musuh tidak menunggu—mengapa Anda menunggu?

Mungkin Anda tidak ingin memikirkannya, tetapi kita sedang berada dalam peperangan rohani. Dan jika Anda tidak mengakui fakta tersebut, Anda pasti akan kalah. Kita memiliki seorang musuh yang ingin membinasakan kita, dan kita harus belajar menggunakan otoritas kita. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 1 Petrus 5:8

Iblis adalah musuh yang sudah dikalahkan, jadi satu-satunya senjata yang tersisa baginya adalah tipu daya. Ia datang melawan kita dengan ketidakpercayaan, keraguan dan kebohongan. Dan jika Anda menyerah pada salah satu dari ketiga hal itu, Andalah yang menutup kuasa Allah mengalir ke dalam hidup Anda. Ini adalah pernyataan yang tegas, tetapi perhatikan apa yang dikatakan dalam Efesus 3:20: Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Bukan Allah yang Menghambat Anda… Melainkan Anda sendiri.

Kebanyakan orang hanya mengutip separuh bagian pertama dari Efesus 3:20 lalu berhenti. Padahal ayat itu tidak berhenti di situ. Ayat ini mengatakan bahwa kuasa Allah mengalir dalam hidup kita sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam diri kita—bukan hanya menurut kemampuan-Nya saja, tetapi juga sesuai dengan apa yang beroperasi di dalam diri kita. Itu berarti jika Anda tidak memiliki kasih, iman, atau pewahyuan tentang otoritas yang bekerja di dalam diri Anda, maka keliru jika hanya berkata, “Ya, Allah dapat melakukan apa saja.” Tidak, Allah mengaitkan apa yang akan dilakukan-Nya dalam hidup Anda dengan apa yang Anda percayai dan otoritas yang Anda ambil.
Banyak orang tidak menyukainya karena dengan demikian menempatkan tanggung jawab pada diri mereka—dan kebanyakan orang lebih suka berkata, “Mau bagaimana lagi ya, Allah berdaulat dan Dia cuma mengizinkan ini terjadi.” Tetapi Firman tidak mengatakan seperti itu. Bukan Allah yang menyebabkan kekacauan. Kita memiliki musuh yang berkeliling mencari siapa yang dapat dimangsanya, dan kita yang ditempatkan Allah di sini untuk menghentikannya. Kenyataan yang menyedihkan adalah, kebanyakan orang percaya tidak menggunakan otoritas mereka.

Ketika Otoritas Mengubah Segalanya

Saya ingat pernah membaca tentang John G. Lake, seorang hamba Tuhan yang luar biasa dalam pelayanan kesembuhan. Ia melihat begitu banyak orang yang disembuhkan di Spokane, Washington, sampai-sampai mereka bahkan menutup salah satu rumah sakit. Namun sebelum itu, hidupnya ditandai dengan kehilangan. Beberapa anggota keluarganya meninggal di usia muda, dan pada suatu saat, saudarinya hampir meninggal, nyaris tidak bernapas. Dalam keputusasaan, ia berseru kepada Allah. Dan Tuhan pada dasarnya berkata kepadanya, Aku telah memberikan otoritas kepadamu—engkau perlu bangkit dan menggunakannya. Ketika ia berdiri dalam iman dan mengusir penyakit itu, saudarinya sembuh. Pewahyuan itu mengubah segalanya. Ia menyadari bahwa selama ini mereka berdoa dan meminta Allah untuk bertindak, tetapi mereka tidak menggunakan otoritas yang sudah diberikan Allah kepada mereka.
Bukannya kuasa kita—melainkan kuasa Allah. Namun, kuasa tersebut mengalir melalui kita. Dan jika kita tidak menggunakan otoritas kita, itu bukan kesalahan Allah. Itu tanggung jawab kita.

Otoritas Yang Tidak Anda Gunakan 

Allah telah menciptakan hukum-hukum fisika sejak awal. Ambil contoh listrik—kita menggunakannya setiap hari untuk memanaskan dan mendinginkan ruangan, menyalakan lampu, dan melakukan berbagai hal. Tetapi tahukah Anda bahwa Adam dan Hawa sebenarnya dapat menggunakan listrik jika mereka memahami hukum-hukum itu? Bukan berarti Allah baru menciptakan listrik seratus tahun yang lalu—melainkan kita baru sekarang menemukan hukum-hukumnya. Dengan cara yang sama, ada hukum-hukum rohani yang sudah eksis sejak awal. Salah satunya adalah otoritas yang diberikan Allah kepada kita atas Iblis. Jika Iblis merajalela dalam hidup Anda atau dalam keluarga Anda, itu bukan karena Allah mengizinkannya—melainkan karena Anda tidak menggunakan otoritas yang telah diberikan-Nya kepada Anda. Saya mengatakan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Sama halnya dengan orang-orang yang tidak menggunakan listrik seribu tahun yang lalu—mereka hanya tidak mengetahui bahwa listrik itu ada. Demikian juga, ada banyak orang percaya yang tulus mengasihi Tuhan dan sedang dalam perjalanan menuju ke sorga, tetapi mereka masih memohon kepada-Nya agar melakukan apa yang telah diperintahkan Allah untuk dilakukan oleh mereka sendiri. Kita harus mempelajari apa yang telah diberikan-Nya kepada kita dan menggunakan otoritas kita.

Otoritas Apa yang Sudah Allah Berikan kepada Anda?

Dalam Matius 10:1, dikatakan bahwa Yesus memberi kuasa kepada murid-murid-Nya atas roh-roh najis dan untuk menyembuhkan segala macam sakit dan penyakit. Namun jika Anda membaca Lukas 9:1 juga, Anda akan melihat bahwa Ia memberikan mereka kuasa dan otoritas. Kuasa—dunamis—berarti kemampuan untuk melakukan mujizat, sedangkan otoritas adalah hak untuk menggunakan kemampuan itu. Sama seperti seorang polisi yang mengangkat tangannya untuk menghentikan sebuah truk besar. Polisi tidak memiliki kekuatan fisik untuk menghentikan truk, tetapi mereka memiliki otoritas yang mendukung mereka, dan itu sudah cukup. Itulah yang Allah berikan kepada kita. Kita tidak memiliki kuasa untuk menyembuhkan atau melepaskan orang dengan kekuatan kita sendiri—tetapi Allah memiliki kuasa, dan Ia memberikan kita otoritas untuk menggunakannya.
Yesus tidak berkata, “Pergilah, mintalah kepada-Ku supaya Aku menyembuhkan orang sakit.” Tidak, Ia berkata, “Kamu sembuhkan orang sakit, tahirkan orang kusta, bangkitkan orang mati” (lihat Matius 10:7–8). Sama seperti dalam pemberitaan Injil, Allah tidak akan melakukannya bagi kita. Ia tidak mengutus malaikat untuk memberitakan Injil. Bahkan Kornelius, seorang yang saleh, tetap harus memanggil Petrus untuk mendengarkan Injil (Kisah Para Rasul 10). Mengapa? Karena Allah memberikan otoritas untuk memberitakan Injil kepada manusia, bukan kepada malaikat. Demikian juga dengan kesembuhan. Ia tidak akan bertindak  secara sepihak sementara kita pasif saja, hanya duduk dengan santai. Orang-orang bertanya mengapa kita tidak melihat lebih banyak mujizat. Yang merupakan kebenaran adalah—mujizat masih terjadi. Saya telah melihat orang yang bangkit dari kursi roda dan bahkan dari kematian. Tetapi itu tidak terjadi secara otomatis. Jika kita tidak menggunakan otoritas yang telah Ia berikan, mujizat tidak akan terjadi. Dan saya akan mengatakannya dengan terus terang: berdasarkan pengalaman saya, ini adalah penyebab utama yang menghalangi orang percaya untukmenerima apa yang mereka minta. Mereka datang kepada Allah dengan memohon, sambil berkata, “Tuhan, aku tidak punya apa-apa. Aku bukan siapa-siapa. Ulurkanlah tangan-Mu,” tanpa menyadari bahwa Allah sudah memberi mereka otoritas untuk berbicara  dan memerintahkan apa yang telah Ia sediakan.

Satu Langkah Yang Tidak Pernah Diambil oleh Kebanyakan Orang Kristen

Dalam tubuh Kristus, sikap pasif seperti itu menghambat pelayanan yang ingin dilakukan Roh Kudus dalam kehidupan manusia. Saya ingin membantu Anda memahami otoritas Anda dan mulai bertindak berdasarkan otoritas tersebut, jadi saya mendorong Anda untuk mendapatkan materi yang kami tawarkan mengenai ajaran ini, Otoritas Orang Percaya. Saya percaya materi ini akan menjadi berkat bagi Anda dan membantu Anda belajar bagaimana berjalan dalam kuasa dan otoritas yang sudah menjadi milik Anda